Newsletter subscribe

INILAH SKRIPSI KEHIDUPAN SAYA

post image
Posted : 13 April 2017

Saya Tony Ekaprasetia Nugraha, seorang pemuda desa biasa di Kalibening -Banjarnegara - Jawa Tengah - Indonesia, berlatar belakang pendidikan hanya lulusan SLTA, yang memiliki banyak pengalaman "di bully nasib" yang menggembleng pikiran, mental & fisik dalam perjalanan menuju kemandirian secara pribadi dan finansial selama lebih dari 20 tahun.

Saya anak pertama dari 3 bersaudara, kedua orang tua kami pensiunan PNS kelas menengah yang merintis karier dari nol, dulu sewaktu masih kecil kami sering ditinggal bersama asisten rumah tangga yang sudah tua, karena Bapak dan Ibu sangat sibuk mengerjakan Tugas Negara yang di embannya di 24 desa yang medannya luar biasa, jadilah kami anak-anak yang tumbuh kekurangan perhatian dan kasih sayang.

Saat menginjak remaja, Bapak ditugaskan di Semarang ditemani saya, dan Ibu masih di Puskesmas desa bersama adik-adikku. Mengatur gaji Bapak yang hanya Rp. 290.000,-/bln untuk bertahan hidup berdua di Kota tidaklah mudah, Ibu juga harus pontang-panting membantu proses persalinan dan menyediakan alat kontrasepsi untuk ibu-ibu muda, membantu merias pengantin dan lain sebagainya untuk menambah penghasilan keluarga yang pastinya sering nombok daripada lebihnya.

Sayapun sangat memahaminya.. Jadi saya berusaha enjoy saja berangkat ke Sekolah yang jaraknya sekitar 2 km jalan kaki atau naik sepeda onta bawaan SMP yang kubeli seharga Rp. 15.000,- sampai suatu hari Bapak membelikanku sebuah Vespa super th ’70. Bekerja paruh waktu membantu di bengkel orangtua angkatku yang mau menampungku saat lapar dan bingung. Bersih-bersih dan angkat-angkat barang di Gramedia demi upah beberapa rupiah dan beberapa buku bekas yang sangat ingin kubaca. Berburu tikus dan burung untuk memberi makan ular phytonku yang kelaparan, dan masih banyak hal lain yang tidak bisa saya sebutkan semua disini.

Pada suatu hari saat aku masih duduk di kelas 1 SMU, kami mendapatkan kabar bahwa Ibu mengalami kecelakaan dengan motor bebek plat merahnya dan kondisinya belum sadar saat di temukan sopir Truk dan dibawa ke Rumah Sakit Kota.. Dengan mobil Colt station th ’79 milik Bapak, kami pulang kampung dadakan tanpa pikir panjang, entah mogok berapa kali menuju kampung di gunung yang jaraknya 160 km untuk menjemput adik-adikku, lalu turun lagi ke Rumah Sakit yang jaraknya 50 km di Kota yang lain.

Saat itu, 20 tahun sudah kedua orangtua kami mengabdi pada Negara sebagai PNS, mereka masih menempati rumah Dinas dari kayu yang di sediakan oleh Pemerintah. Jangankan bermimpi memiliki rumah sendiri, sedangkan untuk sekedar memenuhi kebutuhan keluarga saja terlihat begitu berat sampai harus segitunya berusaha. Saat itulah saya merasa sangat kecewa dengan keadaan, saya tidak bisa bantu apa-apa melihat ketidakberdayaan mereka didepan mata saya. Jiwa saya terguncang hebat, emosi terluap tak karuan, pikiran melintasi berbagai dimensi waktu, saya gagal mencerna hikmah takdir yang saya hadapi saat itu.

Dengan kata lain, saya mengalami DEPRESI HEBAT. Saya kehilangan semua motivasi belajar di Sekolah yang selama ini sering saya banggakan karena selalu juara kelas dari TK, SD, SMP. Kejadian itu membuat saya menjadi remaja pemberontak yang tidak bisa dikendalikan. Saya jadi nakal, ganas dan liar dalam memandang kehidupan ini, saya mulai menjadi anak jalanan sejati yang tidak bisa diatur sama sekali.

Saya tidak keberatan tumbuh sebagai anak yang kurang perhatian dan kasih sayang orang tua..

Saya tidak keberatan menjadi remaja jomblo ngenes karena hanya naik Vespa tua butut dan dompet kempes..

Saya tidak keberatan hidup prihatin di perantauan bersama Bapak yang juga jarang di rumah..

Saya tidak keberatan dengan berbagai macam hal kurang mengenakkan yang saya alami..

Tapi saya sangat terluka melihat orang tua kami tidak berdaya seperti itu..

Saya menyimpan sebongkah DENDAM KESUMAT pada kebodohan dan kemiskinan..

Dendam itu seperti bara api dalam sekam yang selalu menyalakan semangatku untuk berusaha meraih kemandirian dan kesuksesan.. Tetapi sistem keuangan global yang diterapkan oleh Negara tercinta ini, akhirnya membuat saya harus menyerah kepada KEBENARAN-Nya setelah 16 tahun saya perjuangkan.

Regulasi sistem keuangan global yang di desain untuk “memperbudak” secara terstruktur dan masif ini sudah mengorbankan jutaan jiwa-jiwa tak berdosa yang terpaksa mengikuti alur keinginan pembuatnya. Berbekal pemaknaan hikmah dari setiap kejadian yang saya alami selama 16 tahun tersebut, maka saya putuskan di tahun 2013 untuk mulai mengundurkan diri dari kancah peperangan yang melelahkan itu, agar bisa segera menemukan formula untuk orang lain yang senasib dan sepenanggungan seperti saya ini, sambil membereskan sisa-sisa luka akibat peperangan ilusi yang sangat menguras energi.       

Saya merasa sangat prihatin dengan "kenyataan kehidupan di sekitar saya" yang menyentil perasaan dan memicu niat untuk berbagi ilmu, pengalaman, ide & kesempatan yang saya miliki, kepada semua orang yang membutuhkan, khususnya untuk membekali masyarakat tentang pengetahuan dasar dibidang pengembangan diri, keuangan, sosial kemanusiaan & nasionalisme.

Tetapi kemudian saya sadar, untuk membuat suatu perubahan besar, saya tidak akan mungkin bisa melakukannya seorang diri dan melakukannya satu persatu orang per orang karena keterbatasan waktu, pikiran, tenaga dan biaya yang saya miliki.

Berbekal niat LILAHHI TA’ALA tersebut, dan sebuah konsep untuk membuat sebuah alat bantu simulator sistem digital terintegrasi yang nantinya akan bisa dijadikan tempat berlatih dan mengasah skill yang meliputi :

- dasar perenungan JIWA untuk menentukan NIAT yang menjadi ACUAN PEMIKIRAN, PERASAAN & TINDAKAN menuju tujuan hidupnya masing-masing,

- dasar pengenalan diri dengan menemukan bakat alamiah yang unik dalam dirinya yang merupakan panggilan JIWA masing-masing individu,

- dasar pengetahuan filosofis pengelolaan sistem keuangan,

- dasar pengetahuan sebelum memutuskan akan bekerja atau berbisnis,

- dasar pengetahuan filosofis bisnis dan investasi,

- menekankan tentang pentingnya terus belajar meningkatkan kapasitas dirinya,

- dan lain sebagainya,

yang keseluruhannya nanti, apabila seseorang mengikuti setiap tahapan prosesnya dengan disiplin dan konsisten kepada gambaran konsep diri impian yang dia rencanakan masing-masing di akunnya, maka saya dapat menjamin bahwa orang tersebut akan mengalami revolusi kehidupannya secara total, yang meliputi :

- mendapatkan gemblengan dalam pengembangan dirinya menjadi lebih baik,

- mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang prinsip dasar pengetahuan pengelolaan keuangan, bisnis dan investasi dengan hasil praktek langsung dan penghasilan nyata didalam maupun diluar sistem,

- siap tempur menghadapi dinamika kehidupan dunia nyata dengan bekal pengetahuan dan skill yang cukup untuk dapat berhasil meraih kemandirian dan kesuksesan dengan lebih mudah, murah dan cepat,

- membantu menyediakan lapangan pekerjaan dan peluang kesempatan berusaha kepada teamnya masing-masing.

- dan lain sebagainya.

Untuk mewujudkan semua konsep tersebut menjadi sebuah simulator sistem digital, saya bekerjasama dengan orang-orang yang saya kenal baik memiliki kemampuan programming handal dan bisa mengkonversikan konsep ini dengan baik nantinya.

Orang-orang tersebut juga memiliki visi dan misi yang serupa dengan saya, sehingga kami memutuskan untuk bekerjasama saling membantu dan melengkapi satu sama lain dalam proyek ini.

Saat ini kami sudah memiliki prototype platform terintegrasi yang akan terus kami kembangkan fungsional, efektifitas dan efisiensinya dan progressnya s/d hari ini sudah berkisar 40% penyelesaian struktur sistem, untuk finishing s/d 50% akan dilakukan segera setelah trial fungsional sistem, bug fixing dan kontent selesai, tepatnya setelah launching resmi nanti (member aktif >10.000 akun, Yayasan dan PT siap operasional)

Kami memiliki sumberdaya yang cukup untuk menyelesaikannya s/d siap softlaunching 50% dari hasil patungan energi pribadi, namun seberapalah berartinya sumberdaya kami untuk mengcover operasional perjuangan gerakan Nasional ini nantinya, sehingga kami memiliki niat untuk membagikan kabar ini kepada semua orang.

Siapa tahu dari semua orang baik yang membacanya dimanapun anda berada, ada yang tergerak mau menitipkan sebagian amanah rejekinya untuk turut serta membiayai gerakan revolusi keuangan ini lewat kami, seberapapun akan kami terima dengan doa dan syukur.

Semoga amanah anda semua akan membawa berkah bagi kita semua dan masyarakat Indonesia yang membutuhkannya, 100% uang amanah anda akan kami biarkan sementara berada dalam rekening, sebelum kita siapkan semua draft legalitas Badan Hukum Yayasan dan PT yang akan kami buat sebagai wadah operasionalnya nanti.

Setelah simulator kami siap, draft Pendirian Yayasan dan PT siap dan proyeksi penggunaan dana revolusi keuangan siap, kami akan mengumumkannya kepada anda semua untuk mencairkannya sesuai tahapan yang akan kami posting disini nantinya.

Kampanye penggalangan dana revolusi keuangan ini akan bersifat abadi, jadi kami atau pengurus Yayasan dan PT nantinya akan selalu mengupdate dan mengabarkan progressnya kepada anda semua secara periodik disini.

Untuk keperluan Donasi Langsung dapat menggunakan rekening sementara yang kami persiapkan untuk menampung "HARTA AMANAH REVOLUSI KEUANGAN NUSANTARA" ini sebagai berikut :

Rekening Bank BNI Cabang Purwokerto,

Nomor Rekening : 034.792.707-6

Atasnama : Tony Ekaprasetia Nugraha

Mohon setelah transfer melakukan konfirmasi ke :

Mobile : +62813.9128.5151

dengan format SMS : Amanah/ tanggal/ jumlah Rp/ asal bank/ atasnama

Kritik, saran ide dan bimbingan dari anda akan sangat kami nantikan ke :

Email : tony.ekaprasetianugraha@gmail.com

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga gerakan ini membawa manfaat nyata bagi sebanyak-banyaknya masyarakat dan Bangsa Indonesia Tercinta.

Terimakasih.

NB : Softlaunching sistem www.revolusikeuangan.com mulai tanggal 26 Desember 2016 s/d member aktif >10.000 akun (waktu tak terbatas), silahkan daftarkan diri anda gratis untuk observasi!!

Ikutilah Gerakan Revolusi Keuangan ini mulai dari diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat kita.

Berperansertalah dengan sungguh-sungguh dan mari kita jadikan gerakan ini jadi Gerakan Nasional Indonesia secepatnya.

Tony Ekaprasetia Nugraha