Newsletter subscribe

ASBABUN NUZUL

post image
Posted : 13 April 2017

Sudah sering saya ceritakan sebelumnya dalam status- status FB, bahwa latar belakang yang mendasari perjuangan saya ini adalah sebuah keprihatinan yang mendalam kepada teman-teman yang senasib sepenanggungan dengan saya dalam mempelajari sistem kehidupan..

Ketidakadaan akses petunjuk yang memadai untuk pembelajaran yang menyeluruh, menyebabkan kebanyakan para perintis dalam perjuangan kehidupan pribadi maupun keluarga, jadi memilih jalan yang kurang benar dalam mengaplikasikan semangat dan keinginan untuk berubahnya..

Rata-rata dari kami ini tidak dibekali dengan budaya yang benar mengenai pengelolaan kehidupan dan keuangan sejak awal oleh keluarga dan lingkungan, sehingga pada saat dihadapkan dengan kondisi dan situasi di lapangan, maka mindset kami tidak siap untuk menerima berbagai macam kenyataan dan tantangannya..

Sedangkan untuk mempelajari sebuah sistem kehidupan secara menyeluruh itu membutuhkan waktu berproses yang cukup panjang dengan berbagai macam derita yang melelahkan.. Belum lagi berbagai macam kerugian secara material maupun non material yang kadang memaksa kita menyerah pada rumitnya komplikasi keadaan..

Perlu waktu, tenaga dan pikiran yang cukup banyak hanya untuk memperoleh beberapa pembelajaran ringan yang seharusnya bisa disediakan oleh institusi pendidikan dasar.. Seringnya yang terjadi setelah berpuluh-puluh tahun bergulat dengan berbagai kesalahan, kami baru tersadar dan memahaminya, tapi kondisi dan situasi sudah terlanjur berujung komplikasi..

Hal inilah yang akan terus saya teriakkan agar bisa mulai tercipta tatanan pembelajaran holistik yang lebih baik, mudah, murah dan cepat bagi pribadi-pribadi positif bermental juang tinggi dengan mindset dan kejiwaan spiritual yang kuat untuk belajar bersama, serta saling bersinergi dalam kemajuan bersama.. Sebuah tatanan yang berawal dari sebuah impian kemapanan spiritual pribadi, kemudian menjalar di kehidupan berkeluarga, kemudian berlanjut ke masyarakat dan Negara..

Ingatkah pesan Bapak pendiri Bangsa :” Beri aku seribu orang tua, maka akan kucabut Gunung Semeru dari akarnya.. Tapi cukup beri aku seratus anak muda, maka akan kurubah wajah Dunia”

Seandainya seorang anak muda yang sedari kecil terdidik disiplin dengan berbagai keilmuan dan wawasan yang luas, mindsetnya penuh dengan pemikiran-pemikiran positif yang konstruktif, spiritualnya memiliki pondasi keTuhanan yang kuat dan bertumbuh, dan energinya tersalurkan pada hasrat pemikiran dan perasaan yang terarah, maka insyaAllah bersinerginya beberapa anak muda seperti ini akan mampu merubah wajah Dunia..

Apalagi dengan perkembangan tehnologi informasi seperti sekarang ini, maka jarak dan waktu tak akan jadi kendala lagi untuk saling terkoneksi dimanapun dan kapanpun.. Semoga aksi ini akan terus berlanjut sampai benar-benar bisa menciptakan sebuah tatanan pembelajaran baru yang sederhana, tetapi memiliki efektifitas dan efisiensi yang tinggi untuk menumbuhkan generasi baru yang rahmatan lil ‘alamin..

Sebuah generasi baru yang mampu mengelola segala macam sumber daya secara optimal untuk kemanfaatan diri, keluarga, masyarakat, Negara bahkan Dunianya.. Semoga langkah-langkah kecil kami yang terbatas ini bisa jadi rintisan perjuangan MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, sebagai tonggak sejarah awal kebangkitan Indonesia yang kita cintai ini.. Sebuah Negeri yang TATA TITI TENTREM KERTA RAHARJA, GEMAH RIPAH LOH JINAWI yang akan menjadi MERCUSUAR DUNIA dimasanya nanti.. AMIIN..

Tony Ekaprasetia Nugraha